Ada sebuah perusahaan besar di Indonesia (anda tahu Astra Internasional bukan?) yang sewaktu dulu pernah mencari karyawan (+ tahun 80-an). Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab, yaitu:
Anda sedang mengendarai motor ditengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian bis satu-satunya didaerah itu. Di perhentian bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bis :
- Seorang nenek tua yang sekarat,
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya,
- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan.
Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu.
Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.
Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan?. Namun, kita tidak akan pernah tau kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.
Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.
Jadi yang mana yang Anda pilih ?



be a wish emang sangat sulit. kalo memang ada pilihan kayak gitu, alangkah baiknya apa yang ada di pikiran anda yang terbaik untuk ditolong duluan. karena jika tidak melibatkan pikiran dan insting kita tidak akan ada jalan keluar untuk ini. bukannya qta dicap sebagai seorang jahat. melainkan itu merupakan keputusan bulat yang diambil untuk saat itu.
Comment by genteng — August 16, 2007 @ 12:18 pm
terus pilihanmu iku seng ndi teng???? kok mek kata2 mutiara
gak dibiji kok, jwb aja sesuai kata hatimu,jg bwt yg lain
Comment by Qiu.. — August 16, 2007 @ 4:28 pm
Klo menurutku seehhh…
Ga ada jawaban yang paling tepat untuk kasus kyk gini
Tapi kalo aq ya taktungguin ae di situ sampe bisnya dateng lagi…
trus diliat lagi kondisinya yang penting dokter + nenek harus masuk bis dulu baru india2an karo idaman hati
Tapi nek harus milih salah satu yo idaman hati, soalnya dokter jangan sampe pisah dari nenek2 sambil nunggu bisnya balik
Btw….
Bisnya balik to?
Nek ga aq diazab Allah rekkkkk!!!!!!
Comment by aix_asix — August 23, 2007 @ 12:07 pm
Kalo saya sih gampang saja..
Saya turun dr motor, dokternya saya suruh naik motor, duduk di depan, kmudian mbah2 td tak angkat dan di dudukin di blkg, krna dlm kondisi sekarat, tak mungkin dia berpegangan kala naik motor, so mbah2 td diikat aja pke selendang ato sabuk biar lengket di punggung si dokter, sedemikian hingga mbah2 td gak jatuh waktu dokter td mengendarai motor utk mencari tempat pengungsian terdekat.
Sebelum Dokter berangkat, aq blg ke dokternya agar mencari bis atau pertolongan transportasi lain yg bisa mengangkut aq dan pujaan hatiku yg hanya bs menunggu dikarenakan mtrku dipake si dokter td..
Pada saat Dokter sudah pergi dan kami menunggu bis, tak kusia2kan kesempatan untuk bercengkrama dg pujaan hatiku,,,
berpegangan tangan dan mulai melancarkan jurus2 crouching tiger hidden dragon untuk merayunya. Sekali mendayung dua pulau terlampaui, bagai memancing di air keruh..
So, sembari duduk berdekatan, kami bercengkrama panjang lebar, kupegang jari jemarinya yang lentik itu, dan kukatakan :
“Caca.. maukah kau jadi pendamping hidupku.. Aku sayang padamu..”
Jawab Caca:
“Mau..” (Jawaban anak pendiem)
Kukatakan lg padanya:
“Jika bis itu datang dan menyelamatkan kita, Caca, maka mari kita bangun keluarga bahagia sakinah mawadah warahmah dengan anak2 yg lucu2…”
“Tapi jika bis itu tak datang dan kita sekarat disini, Caca, Yakinlah bahwa aku akan mencintaimu sampai hembusan nafas terakhirku..”
Comment by sani — August 23, 2007 @ 4:31 pm
diatas adalah analisa saya,,,
klo jawaban saya salah berarti saya bukan orang yang Bijaksana..
Melainkan orang yang Bejatsana..
Bejatsini..
Comment by sani — August 23, 2007 @ 4:39 pm
neneknya sakit.. tp khan ada pak dokter! pak dokter pasti mau menolong si nenek, apalagi pak dokter suda pernah menyelamatkan hidup saya, beliau pasti sudah profesional.. Nah! mereka bisa menungu bis datang.. Lalu saya bisa membawa idaman hati saya itu, terus ke kota, terus menikah, terus beranak pinak.. Hehe..
Comment by Kaes — August 24, 2007 @ 1:49 pm
boleh ikut jawab ya… kebetulan saya anak anak elektro jg.
Gini, kalo saya akan kasih motor saya ke dokter itu buat nganter nenek yang sekarat. trus saya akan tunggu di halte berdua sama si idaman hati.
Comment by Elizabeth — September 11, 2007 @ 8:55 pm
DORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
tes mata biar ga bosen
Comment by keNtiRboY — August 12, 2008 @ 10:21 am