Baka Self Development CornerJune 12, 2007 8:43 am by elmowé
10 Tips Nganterin Cewek Belanja
- Jangan pernah mengatakan, "Lho, bajunya kan masih banyak!" , terutama dalam konteks pakaian pesta. Ketahuilah, seorang cewek nggak mungkin mengenakan baju yang sama berulang2 ke pesta2 yang dihadiri oleh satu komunitas tertentu. Misalnya kalau satu baju sudah dipakai ke pernikahan teman kantor, baju itu nggak bisa dipakai ke acara teman kantor lagi.
- Menyarankan berbelanja barang yang lebih murah bisa berakibat kamu harus menemani keliling kota. Ini jauh lebih melelahkan. Jadi pertimbangkan mana yang lebih menguntungkan: mahal & nyaman di mal atau murah & lelah keliling kota.
- There’s no such thing as a pattern dalam mengunjungi toko/counter. Bisa linear, bisa acak sampai2 kalau ditarik garis akan menyerupai benang kusut. Siapkan kompas dan/atau peta gedung bila perlu, agar nggak kesulitan mencari pintu keluar.
- Selisih harga Rp.2500,- adalah alasan yang sangat valid untuk kembali ke toko pertama. Kamu sebagai pengantar, harus siap menjawab di mana lokasi toko pertama tersebut.
- "Cuma lihat2 saja" seharusnya diartikan sebagai, "Cuma lihat2 saja, lalu dicoba sebentar, kemudian dibayar". Jangan pernah tertipu, apalagi jika kamu berprofesi sebagai penyandang dana.
- Jangan terkecoh dengan tujuan berbelanja. Niat membeli satu kemeja berarti akan membawa pulang setidaknya satu barang lain. Kemejanya? Bisa jadi beli juga, tapi seringkali nggak.
- Ingat bahwa sepatu baru memerlukan tas baru yang cocok, dan vice versa. Bahkan style nabrak pun harus dirancang, seberapa nabrak ..
- Pertanyaan "Bagus nggak?" harus dijawab dengan tepat. Di sini diperlukan kemampuan membaca pikiran, karena jawaban "Nggak" ketika sang pembelanja sangat menginginkan barang tersebut, bisa fatal akibatnya. Jangan sekali2 menjawab dengan "Nggak tau", apalagi asal jawab biar cepat pulang.
- Pertanyaan "Aku pantas nggak pakai ini?" bisa diikuti dengan pertanyaan yang paling sulit dijawab di jagat raya: "Kenapa, aku gemuk ya?". Bersiap2lah dengan jawaban terbaik.
- Persiapkan stamina sebaik2nya. Pembelanja bisa tidur lelap dalam perjalanan pulang karena kelelahan dan puas, sementara Anda masih harus mengemudi kendaraan menembus kemacetan.



Hueheheh… Moco iki aq kok senyam senyum dewe yoo.. Siipp Mu.. iki bener bener BAKA self development corner…
Comment by Bery — June 13, 2007 @ 3:26 am
Wah Elmowe, Kayae kmu bener2 berpengalaman nganterin cewek belanja sampe bisa nulis kayak gini..hihi..
mantap dah..
>>>>>9.Pertanyaan “Aku pantas nggak pakai ini?” bisa diikuti dengan pertanyaan yang paling sulit dijawab di jagat raya: “Kenapa, aku gemuk ya?”. Bersiap2lah dengan jawaban terbaik.
Studi kasus neh, Jawaban terjujur ato terbaik?
Trus kira2 jawaban terbaiknya apa duong? hayo.. menurut kalian?
(jangan2 kudu menjilat? hehe)
ini tidak adil….
Comment by BayuBayu — June 13, 2007 @ 8:40 am
Jangan pernah mengatakan, “Lho, bajunya kan masih banyak!” >> aq prnh mengatakan, “lho, tasmu sek akeh lapo tuku maneh, wingi yo sek tas tuku ambek aku..” jwbne: “kmrn aq beli warnanya abu2, aq blm pny yg warna krem kyk gn..”
Pertanyaan “Aku pantas nggak pakai ini?” bisa diikuti dengan pertanyaan yang paling sulit dijawab di jagat raya: “Kenapa, aku gemuk ya?”. Bersiap2lah dengan jawaban terbaik. >> jwbn terbaik drku biasanya: “wah, itu bukan kamu yg gemuk kok cha, tp ukuran bajunya aja yg kekecilan, coba minta nmr yg lbh besar, pasti terlihat muat dan cocok ma kamu..”
Persiapkan stamina sebaik2nya. Pembelanja bisa tidur lelap dalam perjalanan pulang karena kelelahan dan puas, sementara Anda masih harus mengemudi kendaraan menembus kemacetan. >> tp gk mungkin mammaku tdr dlm prjlnan pulg, cz kami belanja naik F1ZR, N 5617 B, jadi aq nyetir d dpn, dan mammaku gonceng di blkg, lek mammaku tdr, ya amblaslah dia.. nggeblak..!
thx mu postingane, mnrtku seru dan asyik, cz kdg aq yo mengalaminya..
thx mu..
Comment by Shanee — June 13, 2007 @ 11:41 am
Bagus2, postnya. Nambah ilmuku dan Intan. Ternyata lucu juga ya…
Memang benar tuh ungkapan “mulutmu harimaumu”. Harus pintar2 nyari jawaban yang win win solution biar mamma dan pappa akur2 saja.
Kapan2 posting lagi ya Mu.
Comment by sobat_rahmad — June 20, 2007 @ 8:50 am
iya sobat_rahmad, klo pappa dan mamma dah akur2 aja, rasanya dunia bagaikan kota barcelona yang indah ato kota paris dg menara eiffelnya atau kota venice dg sungainya..
hehe..
Comment by Shane — June 20, 2007 @ 1:07 pm
hihihihihi…. lucu juga ya bang…
kayak betul2an…
salam dr medan,
oppoei babiat_napa
Comment by babiat_napa — July 6, 2007 @ 4:11 pm
Kenapa saat nganter cewe belanja kita ga bole ‘belanja’?
Comment by BayuBayu — July 11, 2008 @ 4:50 pm
Knapa klo kita “belanja” mesti mamma jadi mrengut?
Apa kaitan kita “belanja” dg mrengut?
Mari kita tanya Prif. Dr. Ir. Albert Blanjamrengut, MSEE, Ph.d
Comment by Sani — July 11, 2008 @ 6:25 pm
dah sini aja belanja komplit ama cewek kamu, heheheeee
Comment by nung — March 14, 2009 @ 11:56 pm